Newsflash

KONVENAS - Pertemuan team PD se-indonesia Akan di adakan di Grand Santi, Denpasar - Bali, 13-16 November 2008.Read more...
 

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register
Home arrow Articles arrow Maria diangkat ke Surga?*
Maria diangkat ke Surga?* PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
 
Surga identik dengan Firdaus ya Mo?

Kalau identik artinya Adam dan Hawa dulu sudah tinggal di Surga dong.
Kalau tidak identik, lalu Maria diangkat ke Surga atau ke Firdaus sih?

Kalau ke Firdaus kok diangkat sih? bukannya diizinkan masuk saja?

Kalau diangkat ke Surga sedangkan para kudus lain masih di Firdaus
lalu bagaimana memahami makna perbedaan tersebut antara Surga dan
Firdaus?

Atau para kudus lainnya memang sudah ada di Surga sebelum

Pengadilan Terakhir pasca kiamat?
Atau waktu Pengadilan Terakhir mereka disuruh exit dulu dari Surga
untuk diadili, kemudian diizinkan masuk lagi untuk kedua kalinya ke
Surga? Atau bagaimana? Ada alternatif lain?

Waktu Adam dan Hawa diusir dari Firdaus bukankah tidak ada catatan

bahwa kemudian Firdaus itu dimusnahkan? Hanya dihadang malaikat
saja supaya tidak ada yang bisa masuk? Apakah semua itu kemudian
hanya kisah metaforik belaka sehingga tak perlu dipikirkan benar?
Sekalipun sangat mempengaruhi iman kita?


Sungguh membingungkan!!! Siapa bisa memberi penerangan petromaks?

Mang Iyus
------------------------------------------------------------------

Yohanes Samiran SCJ wrote:

Hehee ...
pak Juswan dan teman Apikers,
persoalan utama adalah soal konsep kita yang selalu maunya terikat

oleh ruang dan waktu. Sehingga harus ada kepastian mengenai apa dan di
mananya, mengenai kapan dan waktunya.
kedua, adalah soal memahami dan menerima rumusan iman, yang mempunyai
alur logika tersendiri.


Artinya, kalau pertanyaan soal apakah surga dan Firdaus sama ... itu
adalah soal prinsip identitas, dan soal ruang (bentuk, tempat, dll).
Tidak bisa dikatakan ya 100% dan tidak 100%, karena begitu kita

mengatakan ya, maka kalau kita lalu mengujinya dari konsep ruang dan
waktu, maka kita akan bingung sendiri. Contoh seperti soal surga itu
di mana? Kalau Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa, jelas dikatakan

mereka hidup dalam kebersamaan dengan Allah, dalam suasana syalom. Ide
surga identik dengan itu. Akan sulit membayangkan, bagaimana setelah
mereka jatuh dalam dosa lalu "diusir" keluar, lalu pintu surga dijaga

malaikat dengan pedang api. Untuk anak kecil mudah mengerti, dijaga
supaya Adam dan Hawa tidak nekat kembali lagi. Tapi untuk orang
dewasa: lha kalau Adam masih bisa kembali sendiri, kan itu artinya di

dunia ini. Di manakah gerangan itu? Setelah kita ubeg2 dengan teliti,
gak ketemu juga tempat seperti yang dilukiskan Kejadian itu. Kalau
tidak di bumi ini, lha ngapain dijaga segala, orang Adam ya gak bisa

kembali ke sana dan gak tahu jalannya dan gak punya kendaraan untuk
sampai ke sana. Hehehee .........
Maka kalau mau zakelijk atau kaku begitu, yahh akhirnya paling
realistik kita jatuh kepada ketidakpercayaan dan akhirnya ateisme.

Jadi ateisme itu adalah masuk akal kan? Kalau kita masih mau nekat
percaya, maka artinya kita harus rela menanggalkan konsep zakelijk
ilmiah duniawi ini, untuk menerima konsep di luar kemampuan akal budi

kita, entah itu menyangkut adanya, mau pun cara adanya. Konsep iman
kristiani mengajarkan bahwa Allah dan juga hidup surgawi itu adalah
hidup yang tidak terikat lagi oleh ruang dan waktu. Makanya disebut

sebagai "abadi" karena tidak ada lagi waktu.

Secara pribadi merenungkan dan memahami konsep hidup surgawi, saya
seringkali harus melemparkan pertanyaan 'nakal' agar lebih mudah

'keluar' dari godaan berpikir ala akal-budi kita yang serba terbatas
ini. Contoh lemparan nakal itu adalah sbb:
Kita percaya akan "kebangkitan badan" dan "kehidupan kekal" (ini jelas

butir pokok dalam Syahadat kita, sehingga kalau masih kristiani ya

harus kita terima dan akui). Lalu saya melemparkan pertanyaan nakal:
badan mana yang akan dibangkitkan kelak itu? Badan ini? Pasti bukanlah
... mengapa? Karena kalau badan ini, artinya badan real seperti yang

gambarnya tertempel pada KTP atau Passport kita, maka sayang ya mati
tua, apalagi yang sudah jompooooo banget itu. Kasihan mereka yang saat
hidup cacat. Kasihan yang dikremasi atau mati dimakan binatang kayak

para martir, atau hancur kena bom dll. Kasihan yang lahir prematur,
karena belum mempunyai bentuk lengkap. dst.dst. Jadi beruntunglah yang
mati muda, karena masih segar, dan kinclong. Hehhee ..... apalagi yang

bintang film atau ratu kecantikan atau abang dan none di mana gitu ....
Karena itu saya yakin konsep tadi pasti tidak benar. Bagaimana mereka
itu bisa bahagia kalau fisiknya saja mesakake (jw) gitu. Juga apakah

saya akan bahagia
empurna dan syalom kalau di sebelah saya teronggok
calon anak yang lahir prematur itu.
Maka, saya yakin Allah tidak akan membuat keadaan menjadi tidak
sempurna dan kebahagiaan menjadi hancur seperti itu, hanya karena soal

"badan" tadi itu. Kalau demikian pasti ada konsep 'badan' lain yang
harus ada dan kita terima, yang non material atau metafisik. Apa itu?
Paling aman gak usah dipikirin, karena kita juga tidak bisa tuntas

mengertinya.
Yang jelas, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa saya masih tetap akan
dikenal sebagai Samiran, pak Juswan sebagai Juswan. Tetapi bukan
karena rambut putih saya, atau tampang kepanditaan pak Juswan, tetapi

badan "X", badan baru yang mulia tadi.
Konsep kita bisa melampaui konsep fisik itu. Saya mengatakan bisa,
karena nyatanya memang bisa dan tidak mengganggu amat.
Contoh lihatlah konsep kita tentang
Yesus atau Maria. Kita bisa
melihat berbagai lukisan atau patung Maria, lengkap dengan variasi
face, wajah, warna kulit, sampai ras. Tetapi tetap saja kita
mengenalinya sebagai presentasi Bunda Perawan Maria. Aneh kan? Aneh,

tapi bisa dan nyata. Dan kita tidak pernah merasa terganggu dan perlu
mempersoalkannya. Semua kita terima. Kita lihat patung tertentu,
dengan ciri eropa kita tahu itu maksudnya Bunda Maria. Juga kita lihat

yang hitam legam kayak Negro, ya kita menerima dan mengagumi itu
sebagai Bunda Maria. Juga kalau seorang seniman Yogya melukis seorang
ibu dengan kebaya menggendong atau tidak menggendong anak, tetapi

dengan penampilan tertentu, lalu kita menerima dan mengagumi itu
sebagai Bunda Maria gaya Jawa. Aneh bukan? Tidak dan Ya. Maka
pertanyaan Bunda Maria itu harusnya hitam atau putih, Jawa atau Eropa,

atau Timur Tengah
... pertanyaan ini tidak relevan lagi, karena tidak
menggugurkan presentasi yang terungkap dalam lukisan atau
patung-patung tadi.

Akhirnya, soal konsep: kok Maria "diangkat" sih, kok gak dibiarkan

masuk aja? Hemmm lagi lagi ini konsep manusiawi kita. Karena bagaimana
pun juga isi iman harus disharingkan, diajarkan maka ya harus
dirumuskan. Lha yang merumuskan manusia, maka ya menggunakan bahasa

manusia, walau pun terbatas.
Nah, konon secara spontan dan bawah sadar karena sudah diajar dari
kecil sampai kecil lagi, bahwa sorga itu di atas ... maka kalau Maria
pindah dari dunia ke surga, ya berarti "naik". Nah, soalnya adalah

Maria itu sehebat apapun kan manusia, bukan Allah, maka ia hanya
sampai ke sana kalau Allah 'mengulurkan tanganNya', maka munculnya
konsep "diangkat". Bandingkan konsep untuk Yesus, bukan diangkat,


etapi "Yesus naik" ke surga. Mengapa? Karena Yesus adalah Allah, dan
Dia datang dari surga dan kembali ke surga. Maka lihatlah konsep Yesus
naik ke surga dilukiskan penginjiìl dengan amat sederhana, tidak ada

tanda-tanda kosmis yang hebat, seperti misalnya para malaikat yang
menjemput dll. Mengapa? Mungkin penginjil mau mewartakan bahwa Yesus
tidak perlu dijemput dan dihantar dan ditunjukkan jalannya untuk

sampai ke surga. Dialah yang empunya surga, maka tahu dan bisa sampai
sendiri. Hehhehe ... bahkan Dia kan punya duplikat kunci surga banyak
tuh, salah satunya yang diberikan ke Petrus. hehehe ...


Yahhh, akhirnya marilah kita berpikir secara rohani untuk mencecap
harta rohani .....

salam dan doa,

Yohanes Samiran SCJ
---------------------------------------------------
*** Semoga Hati Yesus merajai hati kita ***
---------------------------------------------------

* Note : Di sadur dari salah satu milis rohani


11 08 2008 Alwyn
This entry was posted on 11 08 2008. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. This article was favoured 33 time. You can leave a comment. Last update on 11 08 2008
Views: 680    
Users' Comments (0)RSS feed comment
Average user rating
   (0 vote)

Comment an article
  Name
   Title
Available characters: 1000

No comment posted



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Next >
© 2010 Jesus For Youth
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.