Tiba-tiba pintu ruang bersalin terbuka. Seorang dokter dengan pakaian khusus keluar. "Istri Anda dalam keadaan baik. Namun sayang keadaan bayinya membahayakan jiwa istri Anda. Ada satu hal yang harus Anda putuskan, keselamatan istri Anda atau bayinya. Saya tahu hal ini sulit, namun kami telah berusaha sekuat mungkin. Akhirnya kami harus menemui Anda, sebab keputusan Anda amat menentukan. Jika Anda sudah siap, silahkan kami dihubungi dan menandatangani formulir ini", setelah berkata demikian dokter tersebut memeluk bahu pria yang diajak bicara.
Sorot matanya di balik kaca mata yang tebal memberi semangat pada pria yang tubuhnya gemetar. Rata Penuh Pria yang sedari tadi gelisah, sekarang bertambah gemetar setelah menerima berita yang meluncur dari mulut dokter yang memeluknya.
Wajahnya jadi pucat seperti mayat. Butiran keringat dingin sebesar kacang kedelai bermunculan di dahinya. Mulutnya menganga, lidahnya kelu.
Matanya nanar. Setelah berusaha menelan ludahnya, ia berusaha mengeluarkan kata-kata.
Saya Bersyukur : Untuk Istri Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin, Karena Istriku DIRUMAH malam ini, dan TIDAK bersama orang lain ...
BERSYUKUR UNTUK SUAMI Yang duduk bermalasan di Sofa Sambil baca koran males-malesan, Karena doi bersama aku dirumah dan Tidak keluyuran .. apalagi ke Bar malem ini. Read more...